Mixed content error muncul begitu saja setelah migrasi ke HTTPS? Browser mulai menandai situs sebagai “not secure” dan traffic terjun bebas. Tenang, Anda tidak perlu menyisir file satu per satu untuk ganti URL HTTP ke HTTPS.
Really Simple SSL adalah plugin WordPress yang benar-benar menepati janjinya: really simple. Dalam satu klik, plugin ini memaksa seluruh situs beroperasi di HTTPS dan otomatis memperbaiki mixed content tanpa menyentuh kode.

Apa Itu Mixed Content Error dan Kenapa Berbahaya?
Mixed content terjadi ketika halaman HTTPS memuat asset (gambar, CSS, JS) lewat HTTP. Browser modern seperti Chrome dan Firefox langsung memblokir resource tersebut atau menampilkan peringatan gembok terputus-putus.
Masalahnya? Ini merusak kepercayaan pengguna dan SEO ranking. Google sudah menganggap HTTPS sebagai ranking signal sejak 2014. Jika situs Anda masih bercampur, maka semua effort SEO bisa sia-sia.
Biasanya, penyebabnya adalah hard-coded URL di database, tema, atau plugin yang belum di-update. Memperbaikinya manual membutuhkan query database, search-replace CLI, atau edit file .htaccess—proses yang berisiko bagi pemula.
Mengapa Really Simple SSL Menjadi Pilihan Utama 2 Juta+ Pengguna?
Plugin ini bukan sekadar redirect sederhana. Di balik antarmuka minimalisnya, terdapat deteksi otomatis dan patching real-time yang cukup canggih. Versi gratisnya sudah menutup 90% kasus mixed content.
Pengembang Rogier Lankhorst membangun plugin ini dengan prinsip “set it and forget it”. Tidak ada konfigurasi rumit, tidak perlu tambahan API, dan kompatibel dengan 99% hosting—from shared hosting hingga VPS.
Yang paling menarik: plugin ini tidak menyimpan data sensitif. Tidak ada tracking, tidak ada data yang dikirim ke server pihak ketiga. Semua proses dilakukan on-the-fly di server Anda sendiri.
Cara Kerja “1 Klik” yang Sebenarnya
Ketika Anda klik “Go ahead, activate SSL!”, plugin melakukan tiga hal sekaligus dalam hitungan milidetik:
- Deteksi otomatis SSL certificate—memeriksa apakah server sudah support HTTPS via $_SERVER[‘HTTPS’] atau port 443.
- Redirect 301 permanen—menulis aturan di .htaccess, Nginx config, atau menggunakan WordPress hook jika file tidak writable.
- Output buffering—menangkap seluruh HTML output dan mengganti semua URL HTTP ke HTTPS sebelum dikirim ke browser.
Trik utamanya ada pada output buffering. Plugin menggunakan fungsi PHP ob_start() untuk intercept response, lalu menjalankan regex untuk replace URL. Ini dilakukan di memory, jadi tidak ada perubahan permanen di database.
Contoh konkret: jika di database Anda ada
<img src="http://site.com/logo.png">
, plugin akan ubah menjadi
https://
on-the-fly tanpa menyentuh database. Sempurna untuk site yang asset-nya masih banyak hard-coded.
Fitur Utama yang Perlu Anda Ketahui
Versi gratis sudah sangat powerful, tapi ada beberapa fitur yang sering diabaikan:
- 301 .htaccess redirect—pilihan terbaik untuk performance, bekerja sebelum WordPress sempat boot.
- Secure cookie flag—otomatis menambahkan
; Secure; HttpOnlypada cookies yang dikirimkan. - HSTS preload—opsi untuk mengirimkan header Strict-Transport-Security dengan preload submission.
- Content Security Policy upgrade-insecure-requests—fallback modern browser untuk auto-upgrade request.
- Debug mode—log semua URL yang di-replace untuk troubleshooting kasus ekstrem.
Untuk site e-commerce atau membership, fitur secure cookie sangat kritis. Tanpa flag ini, session cookie bisa dikirim via HTTP dan rentan terhadap session hijacking.
Pro vs Kontra: Tabel Perbandingan Realistis
| Aspek | Pro | Kontra |
|---|---|---|
| Setup Time | < 30 detik, benar-benar 1 klik | Butuh SSL cert aktif dulu di server |
| Performance Impact | ~2-5ms overhead, negligible | Output buffering bisa conflict dengan caching plugin |
| Kompatibilitas | 99% tema & plugin, termasuk page builder | Beberapa API eksternal mungkin perlu whitelist |
| Database Modification | Tidak menyentuh database sama sekali | URL di editor tetap HTTP (hanya frontend yang fixed) |
| Support & Update | Update rutin tiap 2-3 minggu | Support forum gratis lambat dibanding premium |
Cara Install & Setup dalam 60 Detik
Pastikan SSL certificate sudah aktif di cPanel/Plesk/Cloudflare. Lalu:
- Install plugin dari WordPress repo: cari “Really Simple SSL”.
- Aktifkan plugin. Muncul notifikasi: “Almost ready to migrate to SSL”.
- Klik “Go ahead, activate SSL!”. Tunggu 2-3 detik.
- Bersihkan cache browser dan cache plugin (WP Rocket, etc).
- Cek situs di incognito mode. Gembok harusnya sudah hijau.
Jika muncul redirect loop, segera tambahkan
define('RSSSL_SAFE_MODE', true);
di wp-config.php. Ini akan disable semua redirect dan biarkan Anda troubleshoot manual.
Best Practices yang Sering Terlupakan
Setelah aktivasi, jangan lupakan langkah-langkah penting ini:
Pindahkan resource lokal—Jika asset dari domain eksternal masih HTTP, pindahkan ke server Anda. Plugin tidak bisa fix cross-origin mixed content.
Gunakan .htaccess redirect—Di Settings > SSL, pilih “Enable 301 .htaccess redirect”. Ini lebih cepat dan reliable dibanding WordPress redirect.
Submit HSTS preload—Hanya jika Anda yakin akan pakai HTTPS selamanya. Sekali preload, tidak bisa rollback mudah.
Test di Why No Padlock—Gunakan tool whynopadlock.com untuk scan sisa-sisa mixed content. Plugin fix 90%, tapi kadang ada edge case.
Perhatian: Jika Anda menggunakan CDN seperti Cloudflare, pastikan SSL mode di Cloudflare sudah Full (Strict). Really Simple SSL bekerja di origin server, tapi jika CDN kirim HTTP, masalah tetap muncul.
Kapan Anda Butuh Really Simple SSL Pro?
Versi gratis cukup untuk 90% pengguna. Tapi pertimbangkan upgrade jika:
- Anda punya multisite network—Pro punya network-wide settings.
- Butuh HTTP Strict Transport Security (HSTS) preloaded dengan konfigurasi advanced.
- Ingin security headers tambahan (X-Content-Type-Options, X-XSS-Protection) tanpa edit .htaccess.
- Butuh premium support dengan response time < 24 jam.
Harga Pro mulai dari $29 per site dengan 1 tahun update. Mahal? Tidak, kalau dibanding waktu developer Anda menyisir 10.000+ baris database manual.
Kesimpulan: Worth It atau Hype Semata?
Really Simple SSL adalah Swiss Army knife untuk SSL migration. Bukan tool paling canggih, tapi paling reliable untuk kasus umum. Plugin ini menyelamatkan saya berkali-kali saat migrasi site klien dalam deadline mepet.
Jika Anda developer advanced, mungkin lebih suka manual search-replace dengan WP-CLI. Tapi untuk agency, freelancer, atau pemilik site yang ingin sleep well at night, plugin ini adalah no-brainer.
Instal, klik, dan lupakan. Itu saja. Dan kalau mixed content masih muncul, cek kembali SSL certificate Anda—karena plugin ini tidak bisa memperbaiki apa yang tidak ada di server.