Website Anda lambat meski sudah pakai caching plugin? Bukan rahasia lagi, tema dan plugin WordPress sering memuat CSS dan JavaScript di setiap halaman, padahal hanya sebagian kecil saja yang benar-benar dipakai. Saya pernah menangani klien dengan website e-commerce yang loading 8 detik, ternyata 70% file yang dimuat tidak terpakai. Itulah masalah klasik yang Asset CleanUp coba pecahkan.
Plugin ini bukan sekadar alat optimasi biasa. Ia memberi Anda kontrol penuh untuk men-disable file CSS/JS yang tidak perlu, halaman per halaman, tanpa menyentuh satu baris kode pun. Hasilnya? PageSpeed Insights saya melonjak dari 45 ke 92 hanya dalam satu jam konfigurasi.

Masalah Besar di Balik Unused CSS/JS
Setiap kali Anda install plugin atau tema premium, mereka biasanya memuat asset secara global. Form builder, slider, atau animation library dimuat di halaman checkout, padahal cuma dipakai di homepage. Ini bukan sekadar masalah “sedikit file saja”.
Saya pernah audit website portofolio yang memuat 15 file CSS dan 28 file JS di halaman kontak yang sebenarnya hanya butuh 3 file saja. Total ukuran? 1.2MB yang sepenuhnya bisa dihindari. Browser Anda tetap harus download, parse, dan eksekusi semuanya, meski tidak dipakai.
Unused CSS/JS bukan hanya soal ukuran file, tapi juga render-blocking resources yang membuat browser “nggak bisa” menampilkan konten sampai semua file selesai diproses.
Apa itu Asset CleanUp & Cara Kerjanya
Asset CleanUp adalah plugin WordPress yang bekerja di level front-end. Ia memindai setiap halaman, menunjukkan semua file CSS/JS yang dimuat, lalu memberi Anda checkbox untuk men-disable-nya secara selektif.
Yang membuatnya beda: plugin ini tidak menghapus file secara fisik. Ia menggunakan WordPress hooks untuk mencegah file dimuat di halaman tertentu. Aman, reversible, dan tidak merusak struktur tema Anda.

Kompatibilitas yang Luas
Plugin ini kompatibel dengan semua tema WordPress terkenal seperti Astra, GeneratePress, Kadence, dan page builder seperti Elementor, Beaver Builder, bahkan Oxygen. Saya sendiri pakai dengan kombinasi Elementor + Astra Pro tanpa masalah.
Fitur Utama yang Saya Pakai Tiap Hari
1. Manage di Setiap Halaman/Post
Ini fitur utama. Di setiap editor, Anda akan lihat meta box “Asset CleanUp”. Di situ tercantum semua file yang dimuat. Anda bisa uncheck file yang tidak perlu untuk halaman itu.
Contoh konkret: halaman “Thank You” tidak perlu slider Revolution, jadi saya disable 8 file JS dan 3 file CSS milik slider tersebut. Instan menghemat 450KB.
2. Regex Rule untuk Halaman Massal
Tidak mau configure satu per satu? Buat rule dengan regex. Contoh:
/product/.*
untuk semua halaman produk WooCommerce. Saya pakai ini untuk disable Contact Form 7 di semua halaman produk, menghemat 2 request HTTP.
3. Unload “Everywhere” dengan Exception
Ada plugin yang hanya dipakai di satu halaman? Disable di semua halaman, lalu tambahkan exception di halaman itu saja. Saya pakai trik ini untuk plugin booking yang hanya perlu di halaman “Reservasi”.
4. Async & Defer untuk JavaScript
Tidak cuma unload, Anda bisa tambahkan attribute async atau defer pada file JS tertentu. Ini sangat berguna untuk script non-kritis seperti Google Analytics atau Facebook Pixel. Bedanya? Defer menunggu HTML selesai, async eksekusi segera tanpa blocking render.
5. Minify & Combine (dengan Catatan)
Fitur ini ada, tapi saya tidak rekomendasikan pakai bila Anda sudah punya caching plugin seperti WP Rocket atau FlyingPress. Kombinasi file bisa jadi konflik dan malah membuat bug visual. Pakai hanya bila Anda plugin caching-nya minimalis.
Real Test: Sebelum & Sesudah Asset CleanUp
Saya jalankan test di staging site klien (hosting di Cloudways, PHP 8.1, no CDN) untuk memberi data nyata.
Test site: Website berita lokal dengan tema Newspaper, 15 plugin aktif, homepage dengan 3 widget berbeda.
- Sebelum: 68 request, total 2.4MB, load time 3.8s (GTmetrix), PageSpeed 52 mobile
- Sesudah: 31 request, total 1.1MB, load time 1.9s, PageSpeed 89 mobile
Pengurangan 54% request dan 52% ukuran total. Semua ini hanya dengan 15 menit konfigurasi di homepage, disable slider plugin, beberapa widget CSS, dan unload comment-reply.js yang tidak dipakai.

Cara Menggunakan Asset CleanUp (Step by Step)
Instalasi plugin ini straightforward, tapi ada best practice untuk maksimal hasil.
- Install & Aktifkan plugin dari repository WordPress. Langsung aktif tanpa konfigurasi awal.
- Buka Frontend sebagai Visitor (logout dari admin) dan buka halaman yang mau di-optimize. Klik “Test Mode” di toolbar admin untuk lihat asset list tanpa affecting visitor.
- Analisis di Dashboard Kembali ke wp-admin, buka halaman/post, scroll ke meta box Asset CleanUp. Anda akan lihat list lengkap.
- Mulai Unload Safe Disable file yang jelas tidak dipakai: emoji script, embed script, comment-reply.js (jika comments disabled). Jangan langsung disable file tema utama.
- Test & Review Buka halaman di incognito mode. Cek tampilan rusak tidak. Kalau rusak, aktifkan kembali file terakhir yang di-disable.
- Regex untuk Skala Setelah yakin, buat regex rule untuk halaman serupa. Simpan, clear cache, test lagi.
Setting Global yang Saya Rekomendasikan
Di menu Settings > Site-Wide Common Unloads, saya selalu enable:
- Disable Emojis script
- Disable Embeds script
- Remove jQuery Migrate (jika tema modern)
Pro & Kontra dari Sudut Pandang Developer
Setelah pakai 3 tahun di 12 website klien, ini evaluasi jujur saya.
- Pro:
- Kontrol granular halaman per halaman
- Tidak perlu coding, interface intuitif
- Test mode aman untuk debugging
- Support regex untuk efisiensi massal
- Dokumentasi lengkap dengan contoh praktis
- Kompatibel dengan caching plugin mayoritas
- Kontra:
- Butuh trial and error, tidak instant “one-click fix”
- Bisa merusak tampilan kalau terlalu agresif
- Beberapa plugin premium punya asset yang sulit di-track
- Fitur minify/combine lebih baik dibiarkan ke caching plugin
- Butuh testing menyeluruh di semua halaman penting
Perbandingan: Asset CleanUp vs Alternatif
Ada beberapa plugin serupa, tapi tidak semua punya fokus yang sama.
| Fitur | Asset CleanUp (Free) | Perfmatters ($24.95) | WP Rocket ($59) |
|---|---|---|---|
| Unload CSS/JS per page | ✅ Yes | ✅ Yes | ❌ No |
| Regex rule | ✅ Yes | ✅ Yes | ❌ No |
| Async/Defer JS | ✅ Manual | ✅ Manual | ✅ Auto |
| Minify/Combine | ✅ Basic | ❌ No | ✅ Advanced |
| Test Mode | ✅ Yes | ✅ Yes | ❌ No |
| Database Bloat Cleanup | ❌ No | ✅ Yes | ✅ Yes |
Asset CleanUp free version sudah sangat powerful untuk kebutuhan unload asset. Perfmatters lebih lengkap tapi berbayar. WP Rocket fokus caching, tidak punya granular control seperti Asset CleanUp.
Untuk Siapa Plugin Ini?
Cocok untuk:
- Developer yang mau kontrol penuh tanpa coding
- Website dengan banyak plugin “berat” seperti slider, form, builder
- Agensi yang handle banyak klien dengan kebutuhan berbeda
- Pengguna page builder yang memuat asset secara global
Tidak cocok untuk:
- Pemula yang tidak mau invest waktu testing (pakai WP Rocket saja)
- Website dengan 1-2 plugin saja (impact minimal)
- Pengguna tema super minimalis yang sudah optimized
Harga & Value Proposition
Versi free di wordpress.org sudah mencakup 90% fitur utama. Anda bisa unload, regex, async/defer semua gratis. Premium version ($49 untuk 1 site, $99 untuk 3 sites) hanya menambah:
- Unload di taxonomy (category, tag)
- Unload di author, search, 404 pages
- Priority support & update
- Integrasi dengan specific plugins (Gravity Forms, WooCommerce)
Menurut saya, versi free sudah cukup untuk 80% kasus. Saya sendiri baru beli premium setelah 2 tahun pakai free, karena butuh unload di archive pages.
Investasi waktu 30 menit untuk configure Asset CleanUp bisa lebih impact-ful daripada upgrade hosting dari $10 ke $50 per bulan.
Kesimpulan: Wajib Coba atau Skip?
Asset CleanUp adalah essential tool di toolbox saya. Bukan magic bullet, tapi senjata ampuh kalau Anda mau ambil waktu untuk configure dengan benar. Impact-nya langsung terasa di speed test, terutama website yang plugin-nya “rakitan” tanpa pertimbangan performa.
Kalau Anda developer yang sering handle website klien, plugin ini wajib install. Kalau Anda pemilik website solo dengan plugin < 5, mungkin impact-nya tidak sebanding dengan effort testing. Pertimbangkan juga combo Asset CleanUp Free + WP Rocket untuk hasil maksimal tanpa overlap fitur.
Yang pasti, jangan install dan langsung unload sembarangan. Gunakan test mode, analisis satu per satu, dan dokumentasi perubahan Anda. Hasilnya akan speak for itself.